Minggu, 31 Mei 2026

Indikasi Kebahagiaan dan Kesengsaraan Anak Adam

 


عَنْ سَعْدِ بْنِ أَبِى وَقَّاصٍ عَنْ أَبِيْهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ قَالَ رَسُوَلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ سَعَادَةِ ابْنِ آدَمَ ثَلاَثَةٌ وَمِنْ شِقْوَةِ ابْنِ آدَمَ ثَلاَثَةٌ مِنْ سَعَادَةِ ابْنِ آدَمَ الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ وَالْمَسْكَنُ الصَّالِحُ وَالْمَرْكَبُ الصَّالِحُ وَمِنْ شِقْوَةِ ابْنِ آدَمَ الْمَرْأَةُ السُّوْءُ وَالْمَسْكَنُ السُّوْءُ وَالْمَرْكَبُ السُّوْءُ

Dari Sa'ad bin Abi Waqash dari ayahnya dari kakeknya ia berkata, Rasulullah saw bersabda : Tiga indikasi kebahagiaan dan tiga indikasi kesengsaraan anak Adam. Indikasi kebahagiaan anak cucu Adam adalah istri yang shalihah, tempat tinggal yang baik, dan kendaraan yang baik. Sedangkan indikasi kesengsaraan anak Adam adalah istri yang berakhlak buruk, tempat tinggal yang buruk, dan kendaraan yang buruk. (H. R. Ahmad no. 1471)

Yang Menuntut Harus Membuktikan

 


عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِىَ اللهُ عَنْهُمَا اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمِ قَالَ لَوْ يُعْطَى النَّاسُ بِدَعْوَاهُمْ لاَدَّعَى رِجَالٌ أَمْوَالَ قَوْمٍ وَدِمَاءَهُمْ وَلَكِنَّ الْبَيِّنَةَ عَلَى الْمُدَّعِى وَالْيَمِيْنَ عَلَى مَنْ أَنْكَرَ

Dari Ibnu Abbas rama, bahwa Rasulullah saw bersabda : Seandainya setiap orang diberikan (dikabulkan) sesuai dengan pengakuannya (tuntutannya) tentunya akan banyak orang yang menuntut harta dan darah suatu kaum. Akan tetapi bukti itu harus  diberikan (ditegakkan) oleh orang yang menuntut dan sumpah itu wajib diberikan oleh orang yang mengingkari (tuduhan). (H. R. Baihaqi ,no. 21733)

Minggu, 10 Mei 2026

Doa Nabi Minta Miskin

 


عَنْ أَبِيْ سَعِيْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمِ يَقُوْلُ اَللهم أَحْيِنِيْ مِسْكِيْنًا وَتَوَفَّنِيْ مِسْكِيْنًا وَاحْشُرْنِيْ فِى زُمْرَةِ الْمَسَاكِيْنِ

Dari Abu Sa'id ra ia berkata, Rasulullah saw bersabda : Ya Allah hidupkanlah aku dalam keadaan miskin (tenang atau khusyuk) dan matikanlah aku dalam keadaan miskin (tenang atau khusyuk) serta kumpulkanlah aku dengan golongan orang-orang miskin (tenang atau khusyuk). (H. R. Hakim no. 7911, Baihaqi no. 13529 dan lainnya)

Jumat, 08 Mei 2026

Larangan Uang Hasil Perdukunan

 


عَنْ أَبِى مَسْعُوْدٍ اَلْأَنْصَارِىِّ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمِ نَهَى عَنْ ثَمَنِ الْكَلْبِ وَمَهْرِ الْبَغِىِّ وَحُلْوَانِ الْكَاهِنِ

Dari Ibnu Mas'ud Al-Anshari ra,bahwasanya Rasulullah saw melarang (memakan) uang hasil penjualan anjing, hasil pelacuran dan u[ah perdukukan. ( H. R. Bukhari no. 2237, Muslim no. 4092)

Selasa, 10 Maret 2026

Wanita Ini Mudah Mendapatkan Dosa

 


Banyak wanita yang tidak menyadari bahwa ia mudah memperoleh dosa (meskipun ia banyak beribadah kepada Allah) karena ketidak taatannya kepada suami. Padahal segala perintah suami harus ia taati kecuali perintah yang menyebabkan maksiat kepada Allah. Seperti yang ada pada hadits di bawah ini :

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَعَا الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَأَبَتْ، فَبَاتَ غَضْبَانَ عَلَيْهَا، لَعَنَتْهَا الْمَلاَئِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ

Dari Abu Hurairah ra ia berkata, Rasulullah saw bersabda: Jika seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidurnya, lalu istrinya menolaknya sehingga dia melalui malam itu dalam keadaan marah, maka malaikat melaknat istrinya itu hingga shubuh. (H. R. Bukhari no. 3237)

عَنْ قَيْسِ بْنِ طَلْقٍ عَنْ أَبِيْهِ طَلْقِ بْنِ عَلِىٍّ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا الرَّجُلُ دَعَا زَوْجَتَهُ لِحَاجَتِهِ فَلْتَأْتِهِ وَإِنْ كَانَتْ عَلَى التَّنُّوْرِ

Dari Qais bin Thalq dari ayahnya, Thalq bin Ali ia berkata, Rasulullah saw bersabda : Jika seorang laki-laki mengajak istrinya untuk memenuhi hajatnya, maka hendaklah ia mendatanginya meskipun di dapur. (H. R. Tirmidzi no. 1193, Ibnu Hibban no. 473)

رُوِيَ عَنِ الْخَطِيْبِ أَنَّهُ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّمَا امْرَأَةٍ خَرَجَتْ مِنْ بَيْتِهَا بِغَيْرِ إِذْنِ زَوْجِهَا كَانَتْ فِى سُخْطِ اللهِ حَتَّى تَرْجِعَ إِلَى بَيْتِهَا أَوْ يَرْضَى عَنْهَا زَوْجُهَا

Diriwatakan dari Al-Khatib bahwasanya ia berkata, Rasulullah saw bersabda : Wanita mana saja yang keluar dari rumahnya tanpa izin suaminya, maka ia mendapat murka dari Allah sampai ia kembali kerumahnya atau mendapat ridha dari suaminya. (Kitab Akhlaqun Nisa' halaman 45)

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ثَلَاثَةٌ لَا يَقْبَلُ اللهُ لَهُمْ صَلَاةً وَلَا يُصْعَدُ لَهُمْ حَسَنَةٌ : اَلْعَبْدُ الْآبِقُ حَتَّى يَرْجِعَ إِلَى مَوَالِيْهِ، فَيَضَعُ يَدَهُ فِي أَيْدِيْهِمُ، وَالْمَرْأَةُ السَّاخِطُ عَلَيْهَا زَوْجُهَا حَتَّى يَرْضَى، وَالسَّكْرَانُ حَتَّى يَصْحُوَ

Dari Jabir bin Abdullah ia berkata, Rasulullah saw bersabda : Ada tiga golongan yang Allah tidak menerima shalat dan kebaikan mereka. Yaitu budak yang pergi sampai ia kembali lagi pada tuannya, lalu ia menyerahkan diri dalam kekuasaannya. Seorang wanita yang suaminya marah kepadanya sampai suaminya ridha. Orang yang suka mabuk sampai ia sadar kembali. (H. R. Ibnu Huzaimah no. 895, Ibnu Hibban no. 5353)

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُوْمَ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، وَلاَ تَأْذَنَ فِى بَيْتِهِ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، وَمَا أَنْفَقَتْ مِنْ نَفَقَةٍ عَنْ غَيْرِ أَمْرِهِ فَإِنَّهُ يُؤَدَّى إِلَيْهِ شَطْرُهُ

Dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Rasulullah saw bersabda: Tidak halal bagi seorang wanita untuk berpuasa (sunnah) sementara suaminya ada di rumah, kecuai dengan seizinnya. Dan tidak boleh mengizinkan seseorang masuk ke dalam rumahnya kecuali dengan seizinnya. Dan sesuatu yang ia infakkan tanpa seizinnya, maka setengahnya (pahala) harus dikembalikan pada suaminya. (H. R. Bukhari no. 5195)

Saking pentingnya seorang wanita taat kepada suaminya, Rasulullah saw sampai bersabda :

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لِأَحَدٍ لَأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا

Dari Abu Hurairah, dari Nabi saw bersabda : Sekiranya aku diperintahkan seseorang boleh sujud kepada orang lain, niscaya aku perintahkan seorang wanita sejud kepada suaminya. (H. R. Tirmidzi no. 1192)

Sabtu, 07 Maret 2026

Cara Menyelesaikan Bila Penjual dan Pembeli Berselisih

 


عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمِ إِذَا اخْتَلَفَ الْبَيِّعَانِ وَلَيْسَ بَيْنَهُمَا بَيِّنَةٌ فَالْقَوْلُ مَا يَقُوْلُ صَاحِبُ السِّلْعَةِ أَوْ يَتَرَادَّانِ

Dari Abdullah bin Mas'ud dia berkata, Rasulullah bersabda : Apabila dua orang yang berjual beli berselisih, sedang di antara mereka tidak ada bukti yang akurat, maka perkataan yang diterima adalah apa yang dikatakan oleh pemilik barang atau mereka membatalkan transaksi. (H. R. Ahmad no. 4538 dan lainnya)

Kamis, 05 Maret 2026

Wanita Ini Mudah Dapat Pahala

 


Wanita itu mudah mendapat pahala, selama ia taat kepada Allah dan patuh pada suaminya. Apa saja yang ia lakukan di rumah adalah ladang pahala baginya. Seperti yang ada pada hadits di bawah ini :

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  قَالَ اَلدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ

Dari Abdullah bin Umar bahwasanya Rasulullah saw bersabda : Dunia adalah kesenangan, dan sebaik-baik kesenangan duania adalah wanita yang shalihah.   (H. R. Muslim no. 3716)

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  خَيْرُ النِّسَاءِ اِمْرأَةٌ إِنْ نَظَرَتْ إلَيْهَا سَرَّتْكَ، وَإِنْ أَمَرْتَهَا أَطَاعَتْكَ، وَإِنْ غِبْتَ عَنْهَا حَفِظَتْكَ في مَالِكَ وَنَفْسِهَا

Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah saw bersabda : Sebaik-baik wanita adalah yang dapat menyenangkan kamu jika kamu melihatnya, mentaatimu jika kamu merintahnya, dapat menjaga hartamu dan kehormatannya jika kamu tidak ada.  (Kitab tafsir Al-Baghawi, Juz II, halaman 208)

عَنْ أَنَسٍ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ   اَلْمَرْأَةُ إِذَا صَلَّتْ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا، تَدْخُلُ مِنْ أَيِّ بَابٍ شَاءَتْ مِنْ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ

Dari Anas ia berkata, Rasulullah saw bersabda : Wanita yang shalat lima waktunya, puasa pada bulannya (Ramadhan), dapat menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya, niscaya masuk surga dari pintu mana saja dari pintu-pintu surga. (H. R. Abu Nu'aim)

عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّمَا امْرَأَةٍ مَاتَتْ وَزَوْجُهَا عَنْهَا رَاضٍ دَخَلَتِ الْجَنَّةَ

Dari Ummi Salamah ia berkata, Rasulullah saw bersabda : Wanita mana saja yang meninggal dan suaminya ridha dengannya, maka ia masuk surga (H. R. Tirmidzi no. 1194, Ibnu Majah no. 1927)

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ أَنَّهُ قَالَ : قَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ : اَلْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ رَجُلِ غَيْرِ صَالِحٍ وَأَيُّمَا امْرَأَةٍ خَدَمَتْ زَوْجَهَا سَبْعَةَ أَيَّامٍ أُغْلِقَ عَنْهَا سَبْعَةُ أَبْوَابِ النَّارِ وَفُتِحَتْ لَهَا ثَمَانِيَةُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ تَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَتْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Dari Abdurrahman bin Auf bahwasanya ia berkata, Nabi saw bersabda : Wanita yang shalihah lebih baik dari seribu lelaki yang tidak shalih, dan wanita mana saja yang melayani suaminya selama tujuh hari, niscaya ditutup untuknya tujuh pintu neraka dan dibukakan untuknya delapan pintu surga dan masuk lewat pintu mana saja dengan tanpa perhitungan. (Kitab Akhlaqun Nisa' halaman 19)

وَرُوِىَ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ : قَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَ السَّلَامُ : إِذَا غَسَلَتِ اْلمَرْأَةُ ثِيَابَ زَوْجِهَا كَتَبَ اللهُ لَهَا أَلْفَ حَسَنَةٍ وَغَفَرَ لَهَا أَلْفَي خَطِيْئَةٍ وَاسْتَغْفَرَ لَهَا كُلُّ شَيْءٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ وَرَفَعَ لَهَا أَلْفَ دَرَجَةٍ

Dan diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud ra bahwasanya ia berkata, Nabi saw bersabda : Apabila seorang wanita mencuci pakaian suaminya, Allah mencatat baginya seribu kebaikan, diampuni seribu kesalahannya, dan dimintakan ampun segala sesuatu yang terkena sinar matahari, dan diangkat seribu derajatnya. (Kitab Akhlaqun Nisa' halaman 21)